Banda Aceh – Heboh kasus Manohara Odelia Pinot atau biasa dipanggil Manohara menarik perhatian begitu banyak pihak di Indonesia. Tidak ketinggalan para Capres ikut menyatakan simpatinya kepada bekas model ini. Seharusnya bukan hanya terhadap Manohara perhatian begitu besar dicurahkan, terhadap para tenaga kerja wanita (TKW) yang mendapat perlakuan buruk juga harus diberikan perhatian yang sama nilainya.
Aktivis perempuan Aceh, Nursiti,SH, kepada Achehpress, Rabu (3/6) mengatakan hal tersebut menanggapi kasus Manohara yang menyedot perhatian publik. “Perhatian publik yang besar ini bukan saja karena Manohara bekas seorang model yang cantik tetapi juga karena ia dinikahi oleh keluarga kerajaan Kelantan Malaysia,”katanya. Seandainya Manohara cuma menikah dengan orang biasa di Malaysia mungkin kasusnya tidak seheboh sekarang, sambungnya. Kekerasan dalam rumah tangga yang dialami Manohara banyak juga dialami oleh wanita lain.
Seharusnya bukan hanya Manohara yang layak mendapat perhatian besar dari pemerintah maupun publik. “Banyak TKW kita yang mendapat perlakuan kasar di Malaysia tetapi tidak mendapat perhatian seperti ini bahkan banyak juga yang diabaikan atau pulang begitu saja,”ujarnya.
TKW yang sering didengungkan pemerintah sebagai pahlawan devisa ternyata mendapat pelayanan dari pemerintah seperti pesakitan saja. “Baru-baru ini ada seorang TKW asal Lhokseumawe yang pulang kampung setelah mendapat penganiayaan di Malaysia tetapi perhatian pemerintah terhadapnya sangat minim,”jelas perempuan yang aktif di Balai Syura Ureung Inong Aceh.
Nursiti meminta pihak-pihak yang terkait dengan pekerja Indonesia luar negeri benar-benar memberi perhatian yang layak kepada mereka terutama kaum wanita yang sangat sering mendapat perlakuan tidak semestinya.
| Komentar ke : 1 - 1 | Total : 1 | Halaman : |