RSS
10 Maret 2010
HomeAceh TodayReintegrasiPEMILUPartai-PartaiBisnis InvestasiEnergiIndeks
Berita Terkait
Belum terdapat berita yang terkait...
moreBerita Lainnya
blitzmegaplex
Bagaimana Kamera Pendeteksi Panas Menandai Penderita Flu?
lokasi: Home / Berita / Bisnis & Investasi / [sumber: achehpress.com]
Jumat, 08/05/2009 | 11:09 WIB - Dibaca 277 Kali

Mexico - Untuk mendeteksi penumpang pesawat dari kemungkinan terkena flu babi (swine flu) dan penyakit menular lainnya, beberapa bandara menggunakan kamera pendeteksi panas (thermal-imaging) untuk mengecheck apakah penumpang menderita flu tanpa perlu menempelkan thermometer dalam mulut mereka. Bagaimana cara kerja kamera tersebut?

Peralatan kamera pendeteksi panas mirip dengan kamera pada umumnya, kecuali kamera ini sensitive terhadap panas dibanding dengan kamera biasa yang hanya merekam refleksi cahaya objek. Bahkan kamera ini dapat bekerja dalam keadaan gelap sekalipun, demikian dilaporkan oleh oleh AP.

Gambar dari kamera pendeteksi panas dimunculkan pada layar dengan menampilan objek yang lebih panas berwarna lebih terang. Sistem yang sangat sensitive ini mengukur temperature hingga ke dalam satuan derajat Fahrenheit, kata Andrew Sarangan, seorang associate professor dari Departemen Electro-Optics Universitas Dayton Amerika.

Kamera thermal dipasang menyusul merebaknya wabah SARS tahun 2002 -2003, dan bandara-bandara di Singapura serta Cina terus menggunakannya sejak itu, kata Alan Thomson, direktur penjualan regional Irisys, perusahaan pembuat kamera thermal yang berbasis di Inggris.

Negara tempat penderita flu burung terbanyak, Mexico sudah memasang sebanyak 40 kamera sejenis. Sekarang sedang dipesan 40 kamera lagi untuk dipasang di 8 bandara terbesar lainnya, ujar sekretaris kementerian Transportasi, Juan Molinar.

Tentu saja, ketika kamera mendeteksi temperature yang lebih tinggi, mereka belum bisa menentukan apakah yang bersangkutan terjangkit flu babi atau tidak. Bisa saja seseorang yang berlari-lari mengejar penerbangan memiliki temperature lebih tinggi dari pada seseorang yang baru saja selesai minum. Penderita demam juga bukan berarti mereka sedang terserang flu babi, petugas bandara akan memeriksa lebih lanjut ketika mendeteksi seseorang memiliki temperature tubuh lebih tinggi.

Kamera buatan Irisys harganya sekitar 3000 USD, memvisualkan gambar thermal sehingga menghasilkan sebuah “foto panas” seseorang. Gambar ini tampil di layar bagian belakang kamera, sangat mirip dengan kamera standar dipasaran. Sebuah pointer secara otomatis akan menunjukkan daerah terpanas dari gambar, biasanya muka seseorang karena bagian ini tidak terlindungi oleh pakaian. 

Senior vice presiden Flir Systems Inc, Tony Trunzo, perusahaan bermarkas di Oregon, mengatakan perusahaannya sudah mendapatkan order kamera bukan hanya dari pihak bandara saja tetapi juga dari berbagai operator pabrik. Kamera buatan Flir sudah mengalami peningkatan kemampuan secara signifikan sejak virus SARS merebak, kata Trunzo. Kamera ini memiliki resolusi yang lebih tinggi, juga lebih murah.

Kamera buatan Flir juga bisa mendeteksi dengan baik pada layarnya temperature satu orang pada satu waktu dari pada kamera lain yang mendeteksi kerumunan orang banyak. [ucup]

 
Komentar
Judul:
 
Nama Lengkap:
Anti Spam: