
Banda Aceh - "Tidak ada yang namanya demokrasi, yang penting menang". Ungkapan pongah ini kerap disampaikan oleh para "preman politik" di gampong-gampong. Pernyataan ini bukan sebatas dimulut saja, namun langsung dibuktikan oleh mereka dengan melakukan intimidasi, teror dan ancaman terhadap masyarakat. Demikian disampaikan oleh Ketua Umum PAAS, Ghazali Abbas Adan, kepada Achehpress kemarin.
Intimidasi-intimidasi tersebut, menurutnya, dilakukan dalam upaya memenangkan partai yang didukungnya. "Coba saja lihat berita-berita dimedia massa belakangan ini, di Aceh telah terjadi berbagai insiden dan ancaman terhadap masyarakat" ujarnya.
berbagai pihak termasuk para pengamat politik meminta Panwaslu dan penegak hukum agar menindak tegas pelanggaran pemilu ini. PAAS sendiri sudah berulang kali secara resmi mengirim surat laporan intimidasi dan ancaman yang diterima kadernya ke Panwaslu. "Aparat keamanan harus menindak tegas pelaku sesuai hukum yang berlaku" pintanya.
Apabila para preman ini terus dibiarkan gentayangan, pemilu dipastikan tidak akan berlangsung aman, kata Ghazali. "Outputnya adalah legislator preman!" tegasnya kembali. [Muhammad N]