RSS
12 Maret 2010
HomeAceh TodayReintegrasiPEMILUPartai-PartaiBisnis InvestasiEnergiIndeks
Berita Terkait
moreBerita Lainnya
blitzmegaplex
SBY: Harga BBM Bisa Turun Lagi
lokasi: Home / Berita / Energi / [sumber: achehpress.com]
Senin, 22/12/2008 | 02:28 WIB - Dibaca 356 Kali

SBY: Harga BBM Bisa Turun Lagi

Jakarta – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan, penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masih dimungkinkan terjadi apabila harga minyak dunia terus menurun. "Kami masih terus melihat fluktuasi harga minyak dunia. Jika ini (penurunan harga minyak dunia) terus berlangsung, sangat mungkin harga BBM bisa turun lagi," kata Presiden SBY saat membuka Munas V Kadin di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Minggu (21/12).

SBY mengemukakan, penurunan harga BBM bersubsidi tentunya akan meningkatkan daya beli masyarakat.  "Dari penurunan harga BBM 15 Desember, pemerintah juga telah menurunkan biaya transportasi karena harga solar dan premium turun," jelas Presiden. Menurutnya, penurunan BBM dan transportasi diharapkan bisa berimbas menurunkan harga kebutuhan pokok, seperti beras dan minyak goreng curah. "Yang jelas harga minyak goreng curah harus segera diturunkan," seru Kepala Negara.

Meski demikian, ia meminta masyarakat membesar-besarkan masalah krisis. "Ini supaya tidak ada gangguan dalam sektor riil, sehingga daya beli masyarakat tetap meingkat," tutur SBY. "Untuk menjaga daya beli rakyat, harga BBM telah kita turunkan, kami masih bekerja untuk menurunkan lagi sesuai dengan kondisi yang ada. Kita telah melangkah menurunkan tarif angkutan karena harga premium dan solar juga turun,” tambah Presiden.
 
Pada 1 Desember lalu, pemerintah telah menurunkan harga premium dari Rp 6.000 menjadi Rp 5.500 per liter, dan harga solar tetap pada Rp 5.500 per liter.Penurunan kedua, pada 15 Desember pemerintah menurunkan premium Rp 500 menjadi Rp 5.000 per liter. Sedangkan harga solar turun Rp 700 menjadi Rp 4.800 per liter.

Sementara itu, mantan Menko Perekonomian Rizal Ramli menilai, Pemerintah SBY-JK seharusnya menurunkan kembali harga bahan bakar minyak (BBM) minimal Rp1.000 per liter seiring turunnya harga minyak mentah dunia mendekati 30 dolar AS per barel. "Dari tren permintaan minyak mentah yang terus turun, harga minyak mentah akan berkisar 30 dolar AS per barel dalam waktu yang cukup lama. Karena itu sewajarnya pemerintah menurunkan harga BBM lagi," ungkap orang dekat Gus Dur ini.

Rizal mengamati, harga minyak mentah dunia akan terseret turun seiring menurunnya permintaan dunia akibat resesi global. Ia memperkirakan harga minyak mentah akan menyentuh di bawah 30 dolar AS saat krisis global mencapai puncaknya tahun depan.

Ekonom Econit ini menilai, pemerintah SBY-JK tergolong lamban dalam menurunkan harga BBM. Jika kelambanan terus terjadi, sektor riil yang tengah terjepit krisis, bakal sulit bertahan dari keambrukan. "Sebelumnya saya selalu mendesak harga BBM turun. Baru setelah itu pemerintah melakukannya. Pertanyaannya mengapa harus didesak-desak, padahal hitung-hitungan harga BBM tidak sulit dilakukan," kata Rizal. (ARI)

 
Komentar
Judul:
 
Nama Lengkap:
Anti Spam: